• 031-8299413 / 081234441997

04 Jan

Bagaimana Membentuk Karakter Mandiri Pada Anak adalah satu point penting untuk membuat anak menjadi pribadi yang mandiri dan bisa mengembangkan dirinya.

seringkali orangtua mengeluh tentang anaknya yang kurang mandiri dan terkesan manja. Kebanyakan anak sekarang terlalu nyaman karena semua sudah tersedia tanpa membuat dia berjuang hanya karena alasan kasihan ataupun takut melihatnya repot

Anak-anak yang kurang mandiri dan manja, adalah anak-anak yang tidak mengembangkan otonominya. Orangtua perlu tahu bahwa pada satu tahap perkembangan anak, mereka mempunyai sebuah tahap dimana mereka ingin otonomi lebih besar.

Ini dimulai ketika mereka berusia 2 atau 3 tahun. Anak ingin melakukan sesuatu saat itu. Tetapi biasanya kita sebagai orangtua terkadang terlalu melindungi anak. Ketika dia ingin memanjat kursi, kita larang dia, Jangan, nanti jatuh. Ketika dia memegang sesuatu tidak kita perbolehkan karena takut pecah dan lain sebagainya.

Dan akhirnya anak menjadi pasif dan hanya menunggu apa yang kita berikan, atau apa yang diberikan oleh pengasuhnya. Ketika hal ini terjadi bertahun-tahun maka kita sudah mulai membentuk sebuah pola dalam diri anak, untuk menjadi pasif dan tidak mandiri.

Cobalah memberikan sebuah latihan agar anak-anak mengerjakan sendiri. Contohnya seperti :

1. Jangan Bawakan Tasnya

anak yang sudah menginjak kelas 1 SD, sebaiknya jangan bawakan tasnya ketika dia turun dari mobil. jangan sampai berpendapat karena harus berangkat kerja dan akan menjadi lama sekali apabila menunggu. Hal seperti itu tidak boleh dilakukan. Anda bisa berangkat lebih awal jika anda tahu itu akan membuat anda terlambat, dan biarkan anak membawa tasnya sendiri masuk ke kelasnya. Jangan hanya karena kita tidak mau repot akhirnya kita yang membawakan tasnya masuk ke kelas. Itulah hal-hal kecil yang membuat anak anda jadi kurang mandiri.

2. Biarkan anak mengembalikan piringnya setelah makan

Jika anak sudah bisa mengembalikan piring yang dia gunakan untuk makan ke tempat cucian, biar dia melakukannya. Jangan biasakan untuk mengandalkan pembantu. Hal ini untuk memberikan kesempatan anak untuk mengembangkan dirinya.

Semua itu perlu latihan. tidak mungkin bisa membuat seorang anak mandiri tanpa sebuah proses. Ketika seorang anak mengembalikan piring makan di tempatnya, mengangkat tasnya sendiri, mengembalikan sepatunya pada saat dia telah selesai pakai, atau melakukan kegiatan-kegiatan kecil maka si anak akan merasakan sebuah harga diri yang positif. Dia akan merasa bahwa dirinya sejajar dengan orang dewasa yang melakukan hal-hal tersebut.

Ini akan membuat percaya dirinya melambung tinggi. Oleh karena itu berikanlah kesempatan ini pada anak-anak anda. Anda tidak akan pernah kecewa melihat mereka bertumbuh dan berkembang dengan semangat kemandirian ketika mereka mulai menginjak masa-masa remaja.

Jadi pastikanlah memberi suatu kesempatan pada anak anda untuk melakukan apa yang dia telah mampu lakukan. Itulah kunci untuk membantu seorang anak memiliki karakter mandiri, mampu mengerjakan segala sesuatu dengan tanggung jawab penuh, dan percaya diri tentunya.

Baca ‘9 Alasan Mengapa Anak Suka Berbohong’

Semoga bermanfaat.

 

Leave a Comment

Loading...