• 031-8299413 / 081234441997

02 Mar

Biarkan Anak Belajar dari Kesalahan – Anak-anak adalah pribadi yang masih polos dan masih memerlukan proses yang panjang untuk menjadi manusia yang benar-benar dewasa. Namu, karena ingin keluarganya terlalu terlihat sempurna, orang tua seringkali memprotek anak-anaknya. Apa pun alasannya, orang tua perlu memberikan kesempatan kepada anak untuk bisa belajar dari kesalahan yang ia perbuat. Agar anak-anak cenderung jujur saat mereka berbuat kesalahan. berikut beberapa hal yang perlu diketahui mengenai anak-anak yang belajar kesalahan :

Pentingnya membuat peraturan

Peraturan sangat penting untuk mengontrol perbuatan anak. Namun biarkanlah anak membuat aturan sendiri. Sehingga anak bisa belajar bertanggung jawab dengan apa yang telah ia sepakati atau ia putuskan. Bila aturan dibuat oleh orang tua, anak akan cenderung tidak merasa bersalah, atau bila ia mematuhinya, ia juga belum tentu mematuhi dengan tulus hati. Namun bila kita memberikan kesempatan kepada anak untuk membuat aturan bagi dirinya sendiri, maka aturan yang ia buat adalah aturan yang sesuai dengan kemampuannya dan tentunya aturan itu akan dipatuhi dengan tulus hati.

Sikap anak, adalah cerminan sikap orang tua

Jangan heran bila Anda menjumpai anak Anda pintar berkilah saat berbuat salah. Ada kemungkinan ia hanya meniru apa yang pernah Anda lakukan. Jadi bila Anda berbuat kesalahan, baik secara langsung berbuat kesalahan kepada anak, atau melakukan kelalaian pribadi, sebaiknya Anda segera meminta maaf atau menunjukkan perasaan bersalah Anda, karena telah melakukan kesalahan. Jangan sampai Anda malah melakukan ekspresi penuh dengan kesombongan atau malah beralasan saat Anda secara terang -terangan telah melakukan kesalahan.

Pujilah kejujuran anak

Dengan memuji kejujuran anak, anak akan berpandangan bahwa kejujuran adalah hal yang baik. Ini akan memotivasinya untuk bisa tetap berkata jujur, meskipun ia telah melakukan kesalahan. Selain itu, dengan memujinya anak pun akan merasa lebih tenang. Dalam ketenangan itu pula, anak akan lebih mudah mengungkapkan kesalahan yang telah ia lakukan dengan lebih baik dan jelas.

Jangan hanya fokus pada kesalahan

Saat anak melakukan kesalahan, janganlah hanya terfokus pada kesalahan yang anak perbuat. Orang tua perlu mengambil sikap, apa yang harus dilakukan ketika anak menyadari bila ia telah berbuat salah. Bila anak telah berkata jujur dan mengakui kesalahannya, Anda harus menunjukkan sikap bangga kepada sang buah hati. Anda harus mengungkapkan kegembiraan Anda karena memiliki anak yang jujur

Jelaskan tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya

Anak yang telah berbuat kesalahan dan mau mengakui kesalahan yang ia lakukan biasanya membutuhakn sesuatu yang lebih penting daripada sekedar hukuman. Hukuman hanya memberikan efek sementara. Hal yang lebih penting dari hukuman adalah memberikan pengertian tentang pentingnya belajar dari kesalahan. Jelaskan kepada anak bahwa berbuat kesalahan adalah hal yang wajar dilakukan, baik oleh anak-anak maupun oleh orang dewasa, karena dengan berbuat kesalahan setiap orang akan belajar dan berusahan untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Salah satu caranya adalah dengan memberikan nasihat yang berupa sebab dan akibat. Misalnya dengan mengatakan, “Kalau kamu bobok tidak terlalu larut malam, pasti bisa bangun pagi, sehingga tidak akan datang terlambat saat ke sekolah.” Penjelasan seperti ini akan lebih berharga daripada sekedar hukuman, karena dengan memberikan penjelasan ini, maka anak akan semakin mampu berpikir kritis dan semakin tahu cara memperbaiki dirinya.

Ketenangan dalam memberikan nasihat

Sikap yang positif tentu perlu ditanggapi secara positif. Saat anak berkata jujur, jangan menunjukkan reaksi yang negatif, misalnya dengan marah-marah, menunjukkan ekspresi tidak suka, atau malah menghukumnya. Reaksi negatif hanya akan membuat anak menjadi berpandangan bahwa bersikap jujur adalah hal yang perlu dihindari karena akan mendatangkan malapetaka. Anda perlu bersikap tenang saat anak berkata hal yang jujur, meskipun anak telah berbuat kesalahan dan telah membuat Anda kecewa. Karena dengan ketenangan, pikiran dan hati Anda pun akan menjadi jernih.

Baca juga ‘Tips Mudah bagi Siswa untuk Mengerjakan PR’

 

 

 

Leave a Comment

Loading...