28 Mar

Homeschooling Surabaya-Homeschooling Pena

Aksi Tanam 1000 Pohon Mangrove Surabaya, 22 Maret 2018

Pagi itu, segerombolan Anak-anak hebat dan Orangtua berseragam T-Shirt hijau ‘Homeschooling Pena’ memadati Ekowisata Mangrove Surabaya untuk memperingati Hari Air Sedunia ( World Water Day ).  Aksi peduli lingkungan ini bertujuan membentuk pribadi yang memiliki kepedulian lingkungan sosial, semangat kebersamaan, disiplin, dan tanggung jawab bersama serta mengajarkan tentang pentingnya menjaga sumber daya air bagi kehidupan bumi.

Kegiatan ini di laksanakan rutin setiap Tahun; Annual Action sebagai upaya implementasi Program Pelibatan Keluarga Dan Masyarakat sebagaimana sedang gencar-gencarnya digalakkan oleh Pemerintah; Dalam hal ini Kementerian Dan Kebudayaan. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan Peserta Didik saja, namun juga melibatkan para Orangtua Peserta Didik dan Masyarakat. Karena pada dasarnya perkembangan pendidikan karakter anak, tidak akan berkembang tanpa adanya dukungan perlibatan orang tua.

Jarum jam mengarah hampir ke angka 08.00, Kami tiba di lokasi dan berkumpul di pendopo pintu masuk Ekowisata Mangrove Surabaya, dengan berbagai persiapan yang Kami bawa beserta semangat dan antusiasme yang luar biasa tentunya. Sambil menungu beberapa teman lainnya yang masih dalam perjalanan, Kami menikmati suasana pagi yang sangat sejuk dan segar.

Setelah semua berkumpul, semua peserta kegiatan berjalan masuk melewati jembatan dari kayu, menuju dermaga. Udara nan asri dengan hamparan luas tanaman mangrove di sisi kanan kiri jembatan menghiasi sejauh mata memandang.

Setelah berjalan kurang lebih 10 menit. Tibalah kami di dermaga perahu. Terlihat sosok wanita muda penuh semangat menyambut Kami dengan sangat ramah; wanita berparas cantik itu adalah Kak Nurul; Team pendamping  yang tidak lain adalah pemandu kegiatan selama kegiatan berlangsung.

Sebelum kegiatan dimulai, Kak Nurul memberikan pengarahan singkat persiapan dan sosialisasi standard safety visitor kepada peserta kegiatan yang akan naik perahu.Usai Pengarahan, Peserta kegiatan bergantian naik ke atas perahu dengan hati- hati dengan menggunakan rompi pelampung yang merupakan salah satu standart keamanan.

Perahupun berangkat menyusuri sungai “Londo” menuju kawasan hutan Mangrove, yaitu tempat semua akan melakukan penanaman 1000 pohon Mangrove sebagai kepedulian Homeschooling Pena Surabaya akan pentingnya menjaga sumber daya air di bumi kita ini.  Sepanjang jalan penyusuran sungai, terlihat pemandangan yang begitu exotic, hamparan hijau dedaunan pohon mangrove, aneka satwa liar; burung, biawakpun sempat menampakkan diri seakan ingin memperlihatkan eksistensinya. Sayangnya, terlihat juga sampah disana-sini, hanyut terbawa deras arus sungai. Sampah-sampah ini sebenarnya terbawa dari kota yang sembarangan di buang di sungai.

Setelah tiba di dermaga berikutnya, Kami harus berjalan kaki menuju lokasi penanaman. Kak Nurul langsung memimpin sesi penanaman pohon Mangrove di titik lokasi yang sudah ditentukan. Satu persatu bibit pohon mangrove Kami tanam bersama-sama penuh kebersamaan. Tidak susah untuk menamannya; Kita tinggal mengambil bibit pohon mangrove, meletakkan pada lubang-lubang yang telah dibuat dan menancapkan potongan bambu kecil disampingnya dan kemudian bibit diikat ke bambu dengan tali agar saat air pasang bibit mangrove tidak hanyut, cukup mudah dan semua pasti bisa.

Baca juga ‘Bolos Sekolah itu Rugi’

Terik sinar matahari mulai terasa menyengat, setelah semua peserta membersihkan diri, peserta kegiatan di arahkan menuju gazebo untuk mengikuti sosialisasi inti dari Manajemen Ekowisata Mangrove. Sepanjang jalan menuju gazebo peserta kegiatan harus melintasi jalan setapak dengan penuh rerimbunan pohon mangrove. Dan Kami semua sampai di Gazebo setelah berjalan kaki kurang lebih 15 menit. Suasana keakraban di Gazebo dengan view hamparan laut luas.

Kegiatan dilanjutkan dengan pengarahan tentang pentingnya hutan Mangrove yang di jelaskan langung oleh mbak nur. Penjelasan yang paling utama dalam kegiatan ini adalah hutan mangrove itu memiliki fungsi utama mencegah abrasi laut. Yang mana abrasi itu adalah proses pengikisan daerah pesisir pantai yang semakin meluas. Akar pohon mangrove bisa menembus bumi bahkan sampai 200 Meter. Tidak hanya itu, hutan mangrove juga bisa melindungi kita dari ancaman Tsunami.

Tak terasa, jarum jam sudah menunjukkan ke arah 1 siang, laparpun sudah mulai menyerang. It’s lunch time, serangkaian agenda World Water day Homeschooling Pena Surabaya ditutup dengan makan siang bersama dengan suasana penuh keakraban. Telebih lagi para orang tua membuat hidangan rujak manis yang membuat kami menjadi lebih akrab lagi.  Kamipun pulang dengan membawa pengetahuan dan pengalaman yang begitu mengesankan.

 

#sahabatkeluarga #HomeschoolingPena #WorldWaterDay

 

Leave a Comment