06 Apr

Homeschooling Surabaya-Homeschooling Pena

Penyebab Utama Anak Berperilaku Kasar – Bersikap kasar adalah suatu tindakan yang tidak pantas, memalukan, dan menjengkelkan. Kita perlu belajar mengatasi hal ini, sikap seperti itu bukanlah contoh yang baik untuk dilihat oleh anak-anak kita.

Jadi, disinilah peran orangtua untuk mengarahkan perilaku anak agar hal tersebut tidak menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Orangtua harus bisa memberikan kendali terhadap ekspresi emosi anak, dan menuntunnya ke arah yang positif dan bermanfaat.

Sebenarnya ada dua hal yang menjadi alasan utama mengapa seorang anak bertindak kasar.

  1. Ketidaktahuan
  2. Bersikap Egois

 

Seperti kata bijak berikut:

“Dalam ilmu bertanam, jika anda ingin mengubah buahnya, modifikasi harus dimulai dari akarnya. Begitu juga dalam diri seseorang. Untuk bisa mengubah apa yang tampak dari luar, yaitu perilaku dan tindakan kita. Pertama-tama kita harus mengubah apa yang ada di dalam diri kita. Sesuatu yang tidak tampak, yaitu pola pikir dan cara pandang kita” ~ T. Harv Eker

Jika kita paham akar penyebabnya, maka atasi hal tersebut dari akarnya.

  1. Atasi Ketidaktahuannya

Pada dasarnya seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa tidak ada orang yang senang atau berada dekat dengan orang yang kasar, termasuk orang yang terbiasa bersikap kasar. Oleh karena itu seseorang perlu tahu dan memegang 3 prinsip dalam berhubungan dengan sesamanya. Berikut ini prinsipnya:

  • Perlakukan sesama anda sebagai mana anda ingin diperlakukan
  • Belajar dan upayakan mau mengerti, bertenggang rasa kepada orang lain, terutama kepada keluarga.
  • Belajar berkomitmen. Untuk bisa mengkontrol cara berperilaku dan berbicara, cobalah evaluasi dalam lingkungan keluarga. Karena jika anda mulai dari luar keluarga, terkadang orang lain tidak bisa menerima perilaku tersebut dan memancing keributan.
  1. Disiplin Mengatasi Egois Yang Berlebihan

Egois adalah perasaan di dalam hati, sama seperti perasaan benci, cinta, marah dan takut. Egois muncul dalam bentuk perilaku yang mementingkan diri sendiri, sedangkan cinta muncul dengan perilaku perhatian dan memberi. Begitu juga dengan takut, akan muncul dalam bentuk perilaku menghindar atau menutup diri. Pada dasarnya perasaan di dalam hati dapat di perintah. Benar, anda tidak salah baca. Perasaan dapat diperintah. Pernahkah anda marah kepada seseorang lalu bertemu di suatu tempat, dan kemudian rekan anda mengajaknya berbicara. Karena anda merasa “tidak enak” kalau tidak merespon baik, maka seketika ada perintah dalam diri anda yang berlangsung sehingga anda ikut merespon baik dalam percakapan tersebut.Egois pun juga dapat diperintah, dengan belajar memberi dan mau mengalah serta sabar. Pada awalnya pasti tidak enak dan tidak biasa, tetapi jika diniatkan dengan baik pasti bisa. Ini tergantung dari disiplin dan niat perubahan. Misalnya, dalam 1 minggu ajarkan anak untuk sengaja memberi kue kepada anggota keluarga atau teman di sekolahnya.

Lalu tingkatkan hal ini secara konsisten, pasti akan membawa perubahan dalam hidupnya. Pemberian bukan hanya barang, tetapi bisa juga waktu dan tenaga. Kebiasaan baik yang dibiasakan dalam hidup anak anda, akan membentuk karakter baik dalam hidupnya.

Baca juga ‘Dampak Bahaya Memberikan Hadiah Pada Anak’

Semoga bermanfaat.

 

 

Leave a Comment