• 031-8299413 / 081234441997

07 Mar

Homeschooling Surabaya-Homeschooling Pena

Kemampuan Anak Bersosialisasi Bisa Menunjang Prestasi – Kemampuan anak dalam bersosialisasi akan sangat mempengaruhi kepribadian anak. Perlu di ketahui bahwa anak yang memiliki kesulitan dalam bersosialisasi, akan kesulitan dalam mengembangkan dirinya, karena ia pasti akan kurang mampu untuk menimba ilmu dari orang lain dan lebih sibuk dengan dirinya sendiri.

Lalu,Bagaimana supaya anak memiliki kemampuan bersosialisasi yang baik, terutama di lingkungan sekolah? berikut tipsnya :

1. Perlunya menyapa anak terlebih dahulu

Anak yang tidak mau menyapa gurunya terlebih dahulu bukan berarti tidak sopan atau sombong. Beberapa dari mereka masih merasa sungkan atau malu. Tidak ada salahnya bila seorang guru menyapa atau menyalami siswanya terlebih dahulu. Bila kita sering melakukannya kepada setiap siswa, percayalah, suatu saat mereka akan berani menyapa kita harus kita sapa terlebih dahulu. Saat guru melakukan kesalahan pun, ia tidak perlu malu atau gengsi untuk minta maaf.

2. Atur tempat duduk agar berdampingan dengan “lawan karakternya”

Atur tempat duduk agar berdampingan dengan “lawan karakternya”, misalnya, pasangkanlah anak yang pendiam dengan anak yang suka berbicara. Pasangkan anak pemalu dengan anak yang percaya diri. Hal ini bisa memacu keseimbangan antar pribadi yang dipasangakan sehingga mereka akan memiliki ketrampilan bersosialisasi yang semakin baik.

3. Luangkan waktu bersama anak didik

Bila saat istirahat tiba, ada kalanya kita perlu meminta semua siswa bermain di luar. Sehingga tidak ada anak yang lebih memilih sibuk melakukan aktivitas sendiri di dalam kelas. Dengan sering bermain bersama, kedekatan antar siswa pun akan menjadi lebih erat dan mengurangi rasa malu untuk saling bertegur sapa atau pun saling mengajak ngobrol antar satu siswa dan siswa lainnya. Hubungan antar siswa pun bisa menjadi semakin kompak.

4. Tanamkan jiwa kepemimpinan

Salah satu sifat seorang pemimpin adalah percaya diri. Pemimpin mana yang pemalu? Pasti tidak ada. Kita bisa melatih ketrampilan bersosialisasi anak dengan cara menumbuhkan jiwa kepemimpinan mereka. Bila mereka memiliki jiwa kepemimpinan mereka akan lebih percaya diri, terutama dalam bergaul dan tampil di depan umum. Ketrampilan ini bisa kita tumbuhkan dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk menjadi ketua kelas, ketua kelompok, pemimpin upacara dan lainnya.

5. Bicara dari hati ke hati

Untuk kasus-kasus tertentu, guru bisa mengajak berkomunikasi siswanya yang memang memiliki masalah bersosialisasi. Disarankan untuk anak didik perempuan, dilakukan oleh guru perempuan, dan anak didik laki-laki, dilakukan oleh guru laki-laki. Karena dengan cara itu, biasanya mereka akan bisa lebih terbuka dan ngobrol “”just like a friend”. Setelah itu, anak akan semakin mudah untuk bisa terbuka dan menceritakan apa yang menyebabkan ia sulit bersosialisasi. Dan tentu saja, guru jadi tahu cara menanganinya. Bila perlu, guru juga bisa bekerjasama dengan orang tua.

6. Suasana kelas jangan terlalu serius

Suasana kelas yang menyenangkan bisa dimulai dengan mendekorasi kelas dengan indah. Sehingga anak-anak didik merasa bahwa sekolah adalah tempat yang menyenangkan bagi mereka untuk belajar. Namun ada hal yang lebih penting, yaitu bagaimana membuat suasana kelas yang penuh dengan keakraban. Agar suasana kelas menjadi menyenangkan seorang guru harus bisa menyatu dengan dunia anak. Terkadang ia perlu meluangkan waktu bersama anak-anak untuk bermain dan bercakap-cakap bersama.

7. Berikan pemahaman tentang pentingnya norma sosial

Beberapa siswa merasa dijauhi oleh teman-temannya karena sifat-sifat yang kurang baik. Misalnya suka berbohong, berkata kasar, bertingkah laku tidak sopan dan lainnya. Sebagai guru, kita perlu mengajari siswa tentang sopan santun bergaul, terutama etika berbicara dan berperilaku. Metode yang digunakan bisa bermacam-macam. Bisa kita utarakan secara langsung, metode diskusi, mendongeng, bernyanyi lagu pendidikan karakter lalu menganalisa lagu yang dinyanyikan, dan lain-lain. Dengan begitu anak-anak akan makin paham pentingnya mematuhi aturan atau norma yang ada di masyarakat.

8. Waspadai “Bullying”

Sebagai pendidik kita harus peka dan segera mengambil tindakan bila terjadi hal yang tidak diinginkan.

Bila kita memergoki anak sedang diejek maupun tampak sering ditolak saat hendak bergabung dengan suatu kelompok, kita perlu segera mengambil tindakan. Siapa tau dia adalah salah satu korban bullying.

Baca juga ‘Mendidik Anak Sejak Usia Dini’

 

 

Leave a Comment

Loading...