• 031-8299413 / 081234441997

26 Feb

Menangani Anak yang Ber-“Extra Energy”-  beberapa anak cenderung aktif dan tidak mengenal lelah kapanpun dan di manapun. Dengan energi yang berlebih itu mereka menjadi selalu terlihat antusias dalam belajar segala sesuatu. Namun, ini akan menjadi masalah jika anak-anak kurang bisa mengontrol diri mereka. Misalnya anak-anak menjadi suka menyakiti teman mapun kurang fokus memperhatikan saat pelajaran. maka dari itu, berikut kita paparkan cara-cara untuk menanganinya dari sudut pandang pendidik :
1. Ajak Mereka Berkomunikasi dari Hati ke Hati dan Bertatapn Mata

Anak-anak yang aktif biasanya memiliki kebiasaan susah bertatapan muka dengan lawan bicaranya. Hal ini terjadi karena mereka mengalami kesulitan untuk bisa fokus dalam satu hal. Padahal setiap orang juga perlu fokus dalam situasi tertentu. Bila kita memberikan nasihat, akan lebih baik bila kita mengajaknya keluar kelas dan pilih tempat dengan suasana tenang, lalu berikan nasihat dari hati ke hati. Bila ia mulai tidak fokus mendengarkan, kita bisa mengingatkan dia untuk menatap mata kita.

2. Membangun Kedekatan dengan Siswa

Dengan adanya kedekatan hati antara siswa dan guru, maka seorang siswa akan cenderung lebih mampu mendengarkan apa pun nasihat dan pelajaran yang diberikan gurunya.

3. Sebelum Pelajaran, Biarkan Mereka Bermain

Mainan-mainan yang bisa memacu anak untuk bergerak, maka saat pelajaran yang membutuhkan suasana serius, anak-anak menjadi lebih mudah untuk fokus. Memberikan mainan kepada anak-anak bisa membantu anak dalam menyalurkan energi mereka.

4. Variasi Aktivitas Pembelajaran di Sekolah

Anak yang aktif biasanya cenderung cepat bosan dengan suasana pembelajaran yang monoton, misalnya hanya diam dan mencatat atau mendengarkan. Seorang guru harus kreatif dalam menciptakan aktivitas yang bisa membuat anak didiknya bersemangat, misalnya dengan permainan edukatif maupun integrasi pelajaran antara kreatifitas seni dengan tema pendidikan di sekolah.

5. Membangun Komunikasi dengan Orang Tua

Seorang guru hendaknya menjadi komunikasi dengan orang tua. Ketika guru merasa ada perbedaan sikap dan kebiasaan pada siswa, maka dapat di carikan solusi bersama dengan orang tuanya.

6. Berikan Sugesti Positif sebagai Usaha Preventif

Anak-anak yang aktif biasanya suka ngobrol di kelas, bercanda saat pelajaran, atau tidak sengaja menyakiti teman saat bermain. Sugesti posiitif bisa kita berikan dengan cara memberikan nasihat yang berisi sebab akibat. Misanya mengajak mereka berdiskusi tentang apa akibatnya bila kita terlalu banyak bicara di kelas apalagi dengan suara keras. Dengan memberikan diskusi semacam ini, secara tidak langsung kita sudah memberikan nasihat tanpa anak merasa dihakimi. Sugesti posiftif juga bisa kita berikan dengan media dongeng, lagu, film, dengan tema persahabatan dan pendidikan karakter.

Baca juga ‘Cara Terbaik Memahami Anak’

Semoga bermanfaat

Leave a Comment

Loading...