• 031-8299413 / 081234441997

11 Jan

  • By homeschoolingpena
  • In News
  • Comments None

Metode Penerapan Aturan bagi Anak – Tujuan utama dibuat aturan adalah agar anak bisa menjadi pribadi yang lebih baik, Aturan bisa memberikan pelajaran kepada anak tentang arti tanggung jawab. Namun tentu saja aturan juga tidak boleh terlalu memberatkan anak karena tujuan utama dibuat aturan bukan untuk mengekang anak. Agar anak tidak terkekang dan bisa menimbulkan efek yang tidak baik bagi anak, misalnya anak menjadi stres.

1. Perlu adanya Ketegasan dalam Memberikan Konsekuensi

jika anak melakukan kesalahan, konsekuensi harus tetap dilaksanakan. Agar menumbuhkan tanggung jawab pada anak. Tidakdengan konsekuensi yang berat. Contoh konsekuensi yang bisa diberikan kepada anak adalah tidak boleh bermain video game dalam jangka waktu tertentu atau mengurangi uang jajan.

 

2. Beri Konsekuensi Ketika Anak dalam Keadaan Tenang

Saat anak berbuat kesalahan, tentu saja orang tua perlu menegur anak. Namun terkadang teguran kepada anak, membuat anak menjadi sedih atau marah. Terkadang ekspresi kesedihan dan kemarahan terungkap secara verbal. Dalam keadaan ini, orang tua perlu menenangkan anak terlebih dahulu. Bila perlu, berikan waktu sejenak kepada anak untuk menenangkan diri atau melakukan instrospeksi diri, hingga dia menyadari kesalahannya. Bila anak ingin melakukan pembelaan, tentu saja orang tua perlu mendengarkan anak dengan dengan penuh kesabaran.

 

3. Perlu adanya Pujian dan Penghargaan kepada Anak

Anak-anak tidak hanya membutuhkan konsekuensi, namun mereka juga membutuhkan pujian dan penghargaan. Saat mereka melakukan sesuatu yang baik, orang tua bisa memberikan pujian atau penghargaan kepada anak. Ucapkan pujian dengan hati yang tulus. Bila perlu, berikan penghargaan juga kepada anak, agar anak semakin terpacu untuk mematuhi aturan.

 

4. Berdiskusi dengan Anak Dalam Membuat Aturan

Agar tercipta suatu mufakat bulat, maka orang tua perlu berdiskusi bersama anak. Orang tua tidak boleh membuat aturan secara sepihak. Diskusikan kepada anak tentang aturan yang disepakati. Biarkan anak yang memutuskan konsekuensi dari aturan yang dibuat. Selain itu, orang tua juga perlu menjadi contoh yang baik. Dalam hal ini, orang tua juga harus mematuhi aturan yang telah disepakati. Konsekuensi yang disepakati haruslah memiliki tujuan untuk memperbaiki kepribadian anak.

5. Aturan Perlu Dipatuhi oleh Anak-Anak dan Orangtua

Anak-anak biasanya akan mencontoh perbuatan dan perkataan orang tuanya. Maka sebagai orang tua, anda perlu memberikan contoh yang baik bagi buah hati anda. Karena pengaruh terbesar dari perkembangan kepribadian anak adalah orang tua mereka sendiri. Semoga buah hati anda akan semakin tumbuh menjadi anak yang baik, disiplin, dan bertangggungjawab.

6. Perlu adanya Rekonsiliasi antara Orangtua dan Anak

Setelah anak melakukan kesalahan dan mendapatkan konsekuensi, bila ia benar-benar bersalah,biasanya anak akan merasa bersalah. Dalam hal ini, rekonsiliasi sangatlah penting. Orang tua perlu melakukan pendekatan kembali kepada anak. Ungkapkan apa ketidaksukaan Anda dari apa yang telah dilakukan anak, sehingga anak akan paham akan kesalahannya dan memiliki niat untuk memperbaiki. Bila perlu, Anda bisa memulainya dengan meminta maaf bila ada kata-kata tindakan anda yang salah.

 

Leave a Comment

Loading...